Rabu, 22 September 2010

Cemburu Buta, Dating Violance?????


diunduh dr:2.bp.blogspot.com
Ketika cinta menyapa kedua insan- dunia serasa berputar indah.  Burung-burung berkicau. Alam serasa berdamai. Di balik senyum yang merekah- ada rasa yang meledak-ledak di dalam dada. Duh, jantung rasanya pengen copot.  Katanya, jatuh cinta terlalu dalam. Cieeeee!!!!! Prikitewww!!!!

Namun seiring dengan perjalanannya- kontak hubungan cinta menjadi keterikatan emosional. Ujung-ujungnya banyak pasangan yang mengklaim sebuah kepemilikan mutlak pada pasangannya. Mulai mengkontrol keseharian sang pacar- hingga melacak siapa saja yang dekat dengan pujaan hati.

Tiba-tiba saja ada seseroang yang mengagumi sang pacar, seketika mungkin ada rasa cemburu yang melanda.  Katanya sih, dalam cinta harus ada cemburu. Sebab, cemburu adalah bumbu-bumbu cinta untuk menjaga kelanggengan hubungan asmara. Benarkah demikian?

Cemburu tanda tak percaya diri. Ada rasa tidak aman dari dalam diri- sehingga mencemaskan banyak hal- seperti takut pacar disamber orang atau takut ditinggal. Cemburu sebenarnya sangat terasa ketika seseorang meletakkan dirinya dalam perbandingan. Cemburu adalah sebuah teror pikiran yang mengharuskan pemiliknya terus bertanya-tanya dan bisa berkembang pada hal-hal buruk lainnya.

Kalau sudah begini, ada yang terus menerus me-nge-cek keberadaan sang pacar. Tak sedikit yang memasung sang pacar dan membatas kontak sosialnya. Ada juga yang harus bersama sang pacar- setiap saat dan setiap jam.  Hubungan yang seharusnya mengarah pada perkembangan mental- malah lebih mengarah pada ketergantungan dalam segala hal.  Duh, ikatan yang terjalin malahan mengubur pertalian cinta sejati.

Lagi-lagi nantinya sang pacar menguasai, mendominasi, seperti ini itu harus minta persetujuannya. Ke sini situ harus lapor. Pokoknya harus dan Mutlak!!!!!  Duh, pacaran bukannya saling membangun malah bergelut dalam tekanan dan sangat mengganggu kondisi psikis.


Cemburu berlebihan memang bahaya. Efeknya bisa merembet kemana-mana dan membuat mereka yang mengidapnya tak sadar diri. Nah, bahkan banyak yang tidak peka. Cemburu buta merupakan manivestasi dari sebuah ketakutan.

Ada lagi yang tak kalah repot  kalau cemburu pada pasangannya sendiri.
Misalnya saja: Seorang pria yang merasa rendah diri ketika memacari perempuan yang memiliki karier briliant. Pria ini cemburu sebab dibandingkan pacarnya-  ia merasa prestasi kerjanya biasa-biasa saja. Soal kecerdasan, ia jauh di bawah sang kekasih. 

Pria ini akhirnya merasa minder. Dalam beberapa kesempatan, ia tidak mau masuk ke dalam dunia sang perempuan, karena takut diremehkan atau tidak dianggap. Ia merasa harga dirinya terbanting. Padahal, belum tentu seperti itu. 

Dalam perasaan cemburu, sang pria justru kehilangan rasa untuk mencintai. Ia akhirnya tidak mampu memberikan apresiasi pada sang kekasih. Nah- Tidak sedikit yang sering mencari gara-gara, seperti ingin pendapatnya didengar atau dibenarkan. Mau salah atau enggak, bodo amat! Yang penting menang dan diakui. Dari sini pun bisa menimbulkan pada sikap sentimen. Jadi cemburu itu bisa mengedepankan ego dan menyeret manusia dalam kesombongan. 

Umumnya, banyak orang yang mengalami ini. Tapi tidak berusaha mencari solusi, atau mendiskusikannya. Tak sedikit yang memendamnya dan menganggap hal ini adalah sesuatu yang lumrah dan biasa. 

Jadi, be carefull- jangan biarkan rasa itu mengendalikan Anda. Tanamkanlah rasa positif dalam memandang hidup. Tidak usah khawatir. Dalam relung hati terdalam manusia mana pun pasti memiliki cinta, hanya saja beda memaknainya. 

Karena apapun yang diucapkan atas nama cinta – terasa kering bila tidak diiringi dengan perbuatan yang nyata. Bila ada seseorang yang cemburu buta, sebenarnya ia tidak mencintaimu. Ia sebenarnya hanya membutuhkan seseorang untuk melampiaskan egonya. Dan, dalam keadaan seperti itu- Uppsss Maaf – sebenarnya kamu tidak dicintai…..
Semoga menemukan cinta yang sejati!!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar