Rabu, 08 September 2010

Lady In Waiting: Sebuah Masa Penantian yang Indah

diunduh dari: www.lilinkecil.com
Sahabatmu akan menikah. Kamu diminta menjadi pengiringnya. Ia mendapatkan seorang pria baik, sedangkan kamu masih ‘single’ .  Saat sahabatmu bercerita tentang rencana bulan madu yang romantis- kamu masih sendiri dan bergulat dengan iri.

Kondisi ini makin parah dengan keberadaan orang-orang di sekitarmu yang terus bertanya, “Kapan nyusul?”.

Kalimat ini pun akan terus memberondong dari mereka yang tidak peka. Akhirnya, kamu pun merasakan kesakitan yang teramat perih. Malu, takut dan ingin pergi.  Sebab, pangeranmu belum juga datang…

Hold on Ladies…

Sejauh ini banyak perilaku kuatir para gadis yang belum menemukan pasangan hidupnya. Segala cara pun dilakukan untuk mencari yang terbaik. Tak jarang, semuanya dihalalkan supaya para gadis lepas dari statusnya yang ‘lajang’.  Ada yang bersaing, saling tikam, merebut pacar orang dan bahkan perburuan calon suami pun berujung pada ajang saling pamer.

Namun satu sisi, banyak yang memilih aktif di kegiatan pelayanan dengan harapan mendapatkan pria saleh. Tak hanya itu, banyak wanita yang akhiernya bertualang sana sini untuk mendapatkan pria idamannya. Ada juga yang pindah gereja karena ia tidak menemukan pria harapannya. Bahkan ada yang mencari komunitas baru dengan maksud menggaet pria yang dianggap selevel, atau mungkin lebih bergengsi. Hal ini terjadi, karena banyak perempuan yang melihat suatu hubungan sebagai prospek masa depan.
   
Ini yang sering membuat seorang perempuan tidak bertahan di dalam sebuah pelayanan. Sebab ia tidak jua menemukan apa yang ia cari, lalu pindah lagi dan terus seperti itu. Jadi, segala sesuatunya tidak akan abadi selama kita berprinsip, “ada udang di balik batu”

Di satu sisi, ada yang bertekun dalam misi pelayanan. Namun perempuan ini terus bertanya dalam hati, “Tuhan, kalau aku terus melayani-Mu, apakah Engkau akan mengirimku pria baik, atau jangan-jangan aku tetap lajang?  Gimana kalau aku terus mengikuti-Mu, tapi nantinya malah mendapatkan pria yang tidak setia dan tukang pukul?”

Ladies, mari kita belajar dari keteguhan hati Ruth dalam Lady In Waiting yang ditulis Jackie Kendall & Debbie Jones. Buku ini mengajarkan pada kita, bahwa, sebagai seorang wanita lajang, kita harus kuat menghadapi terpaan dalam hidup. Sebab seringkali, tekanan dalam masyarakat membuat seorang wanita malu akan status 'single' nya yang sering dipergunjingkan banyak orang.

Ruth justru bersikap tenang. Ia tidak bisa disetir oleh keadaan, sebab ia sudah menyerahkan semua kekuatirannya pada Tuhan,. Ia memusatkan perhatiannya untuk pada ketenangan batin.

Lady In Waiting membuka mata iman kita untuk berfokus pada tujuan kita, yaitu memuliakan nama-Nya. Sebab banyak wanita yang terpusat pada pencarian pria, bukan pencarian dirinya dalam menemukan Allah terlebih dahulu. Tak sedikit akhirnya yang memaksakan isu pernikahan itu dalam hidupnya, sementara ia belum mengerti hakikat cinta sejati berangkat dari ketulusan hati yang tidak meminta timbal balik.

Lady In Waiting mengulas kisah Ruth mengalami pembaharuan iman, kasih dan cinta yang berasal dari Tuhan. Ia merasa hidupnya utuh, meski ia melajang. Sebab ia yakin Tuhanlah yang menopangnya dan membuatnya utuh sebagai seorang wanita. Tanpa ragu-ragu Ruth terus melakukan kebaikan dan belajar hikmah kehidupan. Jiwanya terus dipuaskan oleh kasih Tuhan.

Ada kalanya, orang menganggap, seorang lajang patut dikasihani. Padahal, masa lajang adalah sebuah penantian yang luar biasa, dimana saat-saat ini bisa dipakai untuk merenung, dan bertemu dengan Tuhan, serta berbincang-bincang dengan-Nya. Barangkali, Tuhan  sedang mempersiapkan Anda pada rencana-Nya yang lebih besar lagi.

Oleh karena itu, tidak usah ribut- kalau nanti menikah atau malah menjadi perawan tua. Serahkan semua hidupmu pada-Nya, sama seperti Ruth yang memberikan seluruh pengabdiannya. Jangan membuat skenario sendiri. Biarlah Tuhan yang menulis naskah hidupmu. Dia yang menghantarkanmu pada kehidupan yang tak pernah kamu duga sebelumnya. Sebab, Dia yang akan membuat semuanya indah, tepat pada waktunya.

Lady In Waiting bukan ditujukan untuk para single, namun bagi siapa saja yang ingin menemukan kebahagiaan hidupnya sebagai mempelai Allah yang dikasihi.

Menjadi wanita sejati, bukanlah harus mempunyai suami serta memiliki berbagai macam asuransi.  Wanita sejati, adalah wanita yang menemukan cinta dalam persekutuannya dengan Tuhan. Wanita yang percaya, bahwa Tuhanlah sumber bahagianya. Ia menjadi seorang wanita ketika ia memberikan dirinya seperti yang Tuhan kehendaki.


Selamat berproses….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar